selepas gemuruh di pagi benderang itu
semua kenangan tentang lelaki suci
dan perempuan binal yang kau kasihkan
kembali menggayut di benakku
bagai sepasang kekasih berenang
melawan gelombang tanpa perahu
tiada dermaga sebab telah runtuh
beberapa detik lalu.....
mungkin kau adalah sisa
dari silsiah manusia
yang menulis tahi lalat
di sejarah yang pekat
sebelum kota menjadi punah
menenggelamkan segela seranah
aku seperti sudah membaca sejarah
tentang orang-orang jadi ikan
dihanyutkan oleh bandang
selepas gaduh di pagi benderang itu
aku benar-benar kehilangan sejarah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar